Skip to main content

alat penyambung kabel fiber optik

Dalam Prosses penyambungan serat optic ada alat alat yang khusus digunakan yaitu :

Alat alat penyambungan fiber optik :

1.Fusion Splicer


Alat Alat Penyambungan Fiber Optic - Gateway Ilmu


Alat Alat Penyambungan Fiber Optic - Gateway Ilmu


Kegunaan fusion splicer  fungsinya sebagai alat penyambung kabel fiber optik, lebih tepatnya penyambungan serat optic yang sudah di kupas oleh (Striper) dan di potong oleh (Cleaver).

2.Tube Cutter

Alat Alat Penyambungan Fiber Optic - Gateway Ilmu


Kegunaan Tube Cutter yaitu alat untuk mengupas jaket luar fiber optik yang tebal.

3.Stripper

Alat Alat Penyambungan Fiber Optic - Gateway Ilmu


Kegunaan Stripper yaitu alat untuk  mengupas coating di kabel fiber optik.

4.Cleaver

Alat Alat Penyambungan Fiber Optic - Gateway Ilmu


Kenggunaan Cleaver yaitu alat untuk memotong inti kabel fiber optik.

5.Tisu Dan Alkohol

Alat Alat Penyambungan Fiber Optic - Gateway Ilmu


Alat Alat Penyambungan Fiber Optic - Gateway Ilmu


Kegunaan Tisu Dan Alkohol yaitu untuk membersihkan kabel fiber optik dari debu dan ketika sudah di potong oleh alat cleaver.

6. Protection Slip (Termopit)

Alat Alat Penyambungan Fiber Optic - Gateway Ilmu


Kegunaan Protection Slip (Termopit) yaitu berfungsi sebagai pelindung serat optic yang sudah di sambung agar aman tidak patah atau kepanasan dan ke hijanan.

7. Lakban/Solatip

Alat Alat Penyambungan Fiber Optic - Gateway Ilmu


Berfungsi sebagai pembungkus kabel optic ketika selesai di sambung.
sumber:http://gatewayilmu.blogspot.com/2017/06/alat-alat-penyambungan-fiber-optic.html

Comments

Popular posts from this blog

PCM (Pulse Code Modulation)

PCM / Pulse Code Modulation atau Modulasi Kode Pulsa adalah salah satu teknik memproses suatu sinyal analog menjadi sinyal digital melalui kode-kode pulsa. Proses-proses utama pada sistem PCM, diantaranya Proses Sampling (Pencuplikan), Quantizing (Kuantisasi), Coding (Pengkodean), Decoding (Pengkodean Kembali). 1. Sampling adalah : proses pengambilan sample atau contoh besaran sinyal analog pada titik tertentu secara teratur dan berurutan Frekuensi sampling harus lebih besar dari 2 x frekuensi yang disampling (sekurang-kurangnya memperoleh puncak dan lembah) [teorema Nyqust] Hasil penyamplingan berupa PAM (Pulse Amplitude Modulation 2.   Quantisasi : Proses menentukan segmen-segmen dari amplitudo sampling dalam level-level kuantisasi Amplitudo dari masing-masing sample dinyatakan dengan harga integer dari level kuantisasi yang terdekat 3.   Pengkodean : proses mengubah (mengkodekan) besaran amplitudo sampling ke bentuk kode digital biner 4. ...

MULTIPLEX dan DEMULTIPLEX

Multiplexing ialah Teknik menggabungkan beberapa sinyal atau informasi untuk dikirimkan secara bersamaan dan menjadi satu saluran saja. Dimana perangkat yang melakukan Multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux. Dan untuk di sisi penerima, gabungan sinyal – sinyal itu akan kembali di pisahkan sesuai dengan tujuan masing - masing. Proses ini disebut dengan Demultiplexing Multiplexing memiliki Tujuan utama yaitu untuk menghemat jumlah saluran fisik misalnya kabel, pemancar & penerima (transceiver), atau kabel optik. Contoh aplikasi dari teknik multiplexing ini adalah pada jaringan transmisi jarak jauh, baik yang menggunakan kabel maupun yang menggunakan media udara (wireless atau radio). Sebagai contoh, satu helai kabel optik Surabaya-Jakarta bisa dipakai untuk menyalurkan ribuan percakapan telepon. Idenya adalah bagaimana menggabungkan ribuan informasi percakapan (voice) yang berasal dari ribuan pelanggan telepon tanpa saling bercampur sat...